Dewan Komisaris
Sutanto
Presiden Komisaris
Sutanto menyelesaikan pendidikan militer di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1983, kemudian melanjutkan ke Sekolah Staf dan Pimpinan Polisi Republik Indonesia di Lembang, Bandung hingga tahun 1990, dan Lembaga Ketahanan Nasional hingga tahun 2000. Selain pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia periode 2010-2011, Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Komisaris Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, dan masih banyak lagi. Beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris Independen Perusahaan tahun 2013 hingga sekarang.
Sugeng Rahardjo
Wakil Presiden Komisaris
Sugeng Rahardjo menyelesaikan Pendidikan Sarjana Ekonomi pada tahun 1980, kemudian melanjutkan ke Foreign Service Course,
Departemen Luar Negeri (1983), Kursus Sejarah Amerika Latin, Catholic University de Buenos Aires (1986), Pelatihan Keahlian Diplomatik, School of Advanced International Studies, John Hopkins
University, Washington, D.C. (1991) dan Short Course of the People Centre Development Strategies, Bank Dunia (1992) dan Foreign Service Course lanjutan dari Departemen Luar Negeri (1997). Beliau sebelumnya merupakan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia sejak Maret 2014 sampai dengan akhir 2017. Selain pernah menjabat sebagai
Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri) sejak 2010 sampai 2014, Beliau juga pernah memegang banyak jabatan penting di Departemen Luar Negeri, melalui
penugasan di Indonesia maupun di luar negeri. Beliau juga dianugerahi Satya Lencana Karya Satya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sebelumnya Beliau menjabat sebagai Presiden Direktur
Perusahaan sejak 2018 sampai dengan 2026.
Tan Enk Ee
Komisaris
Tan Enk Ee memperoleh gelar Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery dari Universitas Sydney pada tahun 1992 dan Master of Business Administration dari Massachusetts Institute of Technology pada tahun 2000. Saat ini, Beliau juga menjabat sebagai Executive Chairman di GITI Tire Pte Ltd, posisi yang dijabat sejak tahun 2009. Selain itu, Beliau juga menjadi anggota dari beberapa dewan eksekutif, diantaranya Conservation International dan MIT Asia Executive Board. Sebelumnya, selama 3 tahun Beliau pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer di Gul Technologies Singapore Ltd, Perusahaan publik yang terdaftar di SGX-ST. Beberapa jabatan Beliau terdahulu diantaranya adalah Direktur Eksekutif di Tuan Sing Holding Ltd, Direktur Pelaksana di TS Matrix Berhad, serta tenaga medis di Australia, Hong Kong, dan Malaysia. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perusahaan tahun 2006-2016, dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perusahaan tahun 2006-2007 dan pada tahun 2016-2018. Saat ini Beliau menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perusahaan sejak tahun 2018 hingga sekarang.
Gautama Hartarto
Komisaris
Gautama Hartarto lulus dari Boston University pada tahun 1991 dengan gelar Master of Arts in Economic Policy dan mendapat Certificate of Professional Study in Project Management dari Arthur D. Little pada tahun 1990. Beliau menjabat berbagai posisi senior di beberapa Perusahaan lain, antara lain Direktur Utama PT Polychem Indonesia Tbk sejak tahun 1991 dan Direktur Utama PT Bando Indonesia sejak tahun 1992. Saat ini Beliau menjadi Komisaris Perusahaan sejak tahun 2004 sampai sekarang.
Sudrajat
Komisaris
Sudrajat menyelesaikan pendidikan Akademi Militer di Akademi Militer Magelang pada tahun 1971, kemudian mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan baik kemiliteran maupun umum, antara lain Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Lemhanas, berbagai Pendidikan militer di Australia dan USA, dan memperoleh gelar Master of Public Administration (MPA) dari Harvard University, USA. Perjalanan karir Beliau meliputi berbagai posisi di dalam dan luar negeri. Di lingkungan TNI Angkatan Darat, pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI, Penasehat Khusus Panglima TNI, dan anggota Dewan Ketahananan Nasional (Wantannas) yang di bawah Menkopolkam, Beliau pensiun dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada tahun 2005, dengan jabatan terakhir sebagai Dirjen Strategi Pertahanan. Karir Beliau di luar negeri, sebagai Atase Pertahanan di London dan Washington DC. Selain itu, berbagai peran dalam penugasan internasional seperti di UN Emerging Force di Mesir, ketua/wakil ketua dalam sejumlah dialog/forum internasional, baik mewakili TNI maupun Kementerian Pertahanan. Beliau ditunjuk sebagai Duta Besar di China mulai Januari 2006 sampai dengan Desember 2009. Sekembalinya dari China, banyak terlibat dalam berbagai organisasi yang mempromosikan hubungan Indonesia dan Tiongkok. Saat ini Beliau menjabat sebagai Ketua LIC (Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia Tiongkok). Beliau diangkat sebagai Komisaris Independen Perusahaan tahun 2024 hingga sekarang.
Ris Sutarto
Komisaris
Ris Sutarto mengikuti berbagai Pendidikan Militer diantaranya AKABRI pada tahun 1973 dan memperoleh gelar Doktorandus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1985. Beliau memulai kariernya di Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 1974 hingga tahun 2005 dengan jabatan terakhir sebagai Korsatgas Ganja Lakhar BNN pada tahun 2004 dan Kadenma Mabes POLRI pada tahun 2005, dengan pangkat terakhir Kombes Polisi. Selanjutnya Beliau beralih status dari POLRI ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yaitu menjabat sebagai Direktur Intelejen Ditjen Imigrasi pada tahun 2006, Kepala Biro Kepegawaian Depkumham pada tahun 2009 dengan pangkat terakhir Pembina Utama Golongan IV E (PNS), Staf Khusus Menteri pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun 2009, dan menjabat sebagai Widyaswara Luar Biasa pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga 2024. Beliau aktif di Badan Intelejen Negara sebagai Tenaga Ahli Pendukung Satuan Tugas Penanggulangan Kejahatan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri pada tahun 2011 dan berlanjut menjadi Staff Khusus Wakil Ketua MPR, DR Oesman Sapta pada tahun 2015. Beliau memperoleh beberapa tanda jasa antara lain Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Dwija Sistha, Satya Lencana Karya Bakti, Satya Lencana Kes Tamtama, dan Satya Lencana Bhayangkara Naraya.





